Pengamat: Dinasti Yudhoyono Capres Dinilai Publik Negatif

Pengamat Politik, Burhanuddin Muhtadi, menilai persepsi publik terhadap dinasti politik di Indonesia masih negatif. Berbeda dengan negara demokratis lainnya seperti di Amerika Serikat, India, Pakistan, dan lainnya.

“Di negara tersebut persepsi publik dinasti dalam politik relatif diterima positif masyarakat. Misalnya Aquino di Filipina, Butho di Pakistan, Gandhi di India, dan lainnya,” kata Muhtadi di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (24/5/2012).

Muhtadi ditanya pers mengenai peluang Ani Yudhoyono, istri SBY, maju sebagai calon presiden (Capres) pada Pilpres 2014 mendatang.

“Di beberapa negara itu, suami, anak, istri, atau siapapun dari dinasti politik diterima publik karena dinilai lahir dari gen politik dan dididik dari keluarga politik,” kata Muhtadi.

Beda dengan di Indonesia. Menurut Muhtadi, publik menilai dinasti politik sebagai bagian dari nepotisme untuk melanggengkan kekuasaan.

“Saya pikir kader Demokrat yang mewacanakan Ani Yudhoyono apakah skenario untuk munculkan afirmasi masyarakat atau tidak,” ujarnya.

Ani Yudhoyono diwacanakan sebagai capres oleh beberapa kader Demokrat dalam beberapa hari terakhir. Meski sebelumnya SBY menegaskan tidak mencalonkan keluarganya dalam Pilpres 2014 mendatang.

 

(tribun news)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: