Pencapresan Ical Kurang Elegan, Faksi Internal Golkar Belum Sepakat

Pengamat politik Gun Gun Heryanto menilai pencapresan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical)�kurang elegan. Wajar saja kalau masih ada politikus senior Golkar yang menilai pencapresan Ical belum final.

“Saya kira kalau pencapresan Ical-nya sendiri sudah final per 1 Juli lalu, tapi kalau yang dimaksud adalah penerimaan seluruh faksi-faksi di Golkar atas pencapresan Ical, ya memang belum final. Proses pencapresan Ical memang kurang elegan, sangat mengesankan ada skenario untuk menutup akses figur lain di luar Ical untuk maju dalam bursa pencapresan Golkar,” kata Gun Gun kepada detikcom, Minggu (5/8/2012).

Salah satu indikasinya menurut Gun Gun, adalah dipercepatnya rapimnasus Golkar menuju deklarasi pencapresan Ical. Menurutnya, nyaris tidak ada mekanisme internal di partai yang bisa dibaca sebagai demokratisasi internal.

“Selain juga tidak ada komparasi memadai antara Ical dengan kandidat lain yang memiliki popularitas sekaligus elektabilitas tinggi di masyarakat. Pernyataan elite DPP Partai Golkar yang akan memecat kader Golkar yang mencapreskan diri di luar Ical, merupakan psywar untuk semua kader Golkar agar solid mendukung Ical. Ini juga menjadi salah satu indikasi Ical belum yakin benar semua faksi di Golkar optimal memberikan dukungan pada dirinya,” papar Gun Gun.

Sampai sekarang, Gun Gun menilai bisa saja masih banyak yang belum nyaman atas ketergesaan Ical mencapreskan diri. Dia menilai ada kecenderungan Ical tidak konsisten dengan sikap awalnya, yang mengatakan bahwa dia hanya akan maju jika elektabilitasnya dalam survei tinggi.

“Nah, masalahnya adalah belum ada komparasi memadai dari tokoh-tokoh potensial di Golkar untuk diujipublikkan! Pemutusan untuk mempercepat rapimnasus mengindikasikan Ical sangat khawatir kehilangan kuda pacuan,” ujar Gun Gun menganalisa.

Jadi, lanjut Gun Gun, Ical membuat mekanisme oligarki dalam penetapan dirinya sebagai capres. Rapimnasus akan dijadikan legitimasi Ical bahwa dirinya dikehendaki. Sementara peluang kemenangan Ical di 2014 juga diprediksi berat.

“Saya kira memang peluang dia itu berat. Sejumlah kriteria Capres 2014 memang saat ini berjauhan dengan stigma politik yang melekat pada Ical,” katanya.

“Kriteria-kriteria capres 2014 yang saya maksud: pertama, merupakan sosok pemimpin transformatif. Kedua, kriterianya adalah tidak terbebani oleh kesalahan-kesalahan masa lalunya. Ketiga, memiliki performa politik termasuk performa sosial, performa organisasional, dan performa enkulturasi yang memadai. Keempat, menurut saya harusnya merepresentasikan adanya sebuah proses regenerasi kepemimpinan nasional. Ical minus, terutama yang paling menohok adalah kriteria kedua yakni tidak terbebani oleh kesalahan-kesalahan masa lalunya,” tandas Gun Gun.

 

(detiknews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: