Golkar Nilai Usulan 3 Pasang Capres Progresif

Partai Golkar menilai usulan hanya partai yang menempati urutan 3 besar pada pemilu legilatif (pileg) yang boleh mengajukan calon presiden merupakan usulan yang progresif. Dengan UU yang ada sekarang menurut Golkar sebenarnya sudah cukup baik namun jika bisa dirampingkan kembali hanya menjadi 3 itu menjadi lebih baik.

“Bagus kalau bisa seperti itu. Dengan UU yang lama paling banyak bisa ada 4 pasangana calon, kalau dengan hanya 3 pasangan calon itu tentu lebih progresif lagi,” ujar Wasekjen Golkar, Nurul Arifin, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (29/9/2012).

Nurul menambahkan dengan hanya ada 3 pasangan calon tidak akan membuat kebingungan di tengah masyarakat. Masyarakat akan lebih fokus, dan dinilai akan lebih efisien dan efektif.

“Kalau seperti wacana yang berkembang sekarang Presidential Threshold hanya 3,5 persen dan semua partai yang masuk ke parlemen bisa mengusung capres itu kan tentu pemilih jadi tidak fokus. Terlalu banyak pasangan yang harus dipilih membuat inefisiensi, sekarang kan yang penting efektif dan efisien,” terang Nurul.

Lebih jauh, dia menambahkan alasan beberapa partai menengah yang menyebutkan akan muncul tokoh alternatif dengan dilonggarkannya aturan mengenai jumlah suara pengusung dinilai tidak masuk akal. Dirinya menilai nama-nama yang muncul walaupun presidential threshold diturunkan tetap saja nama-nama lama.

“Nanti kalau presidential threshold diturunkan juga nama-nama ketua umum atau dewan pembinanya yang muncul. Jadi itu saya sebut naif, karena juga tidak akan muncul nama-nama baru,” terangnya.

Ketua Majelis Nasional Partai NasDem Surya Paloh menilai lebih baik pada pilpres 2014 mendatang capres berasal dari partai besar. Terutama partai yang menduduki peringkat 3 besar pada pemilu legislatif (pileg).

“Kriteria NasDem menawarkan, untuk memberikan pendidikan politik dengan baik. Yang bisa mencapreskan itu parpol yang mempunyai urutan hasil Pileg nomor 1, 2 dan 3,” ujar Surya Paloh, kepada wartawan di sela-sela acara Pelantikan Lembaga Sayap Partai NasDem Jawa Timur di Gelora Pancasila Surabaya, Sabtu (29/9).

Dia menambahkan dengan adanya syarat tersebut, maka nantinya parpol yang tidak masuk urutan 1 sampai 3 pada Pileg 2014 tidak bisa mencalonkan presiden. Ia menegaskan, pemikiran tersebut bukannya mengurangi hak warga negara Indonesia baik dari parpol maupun non parpol mencalonkan presiden.

“Yang ke 4, 5 dan seterusnya mendukung aja deh. Jangan ikut bertarung. Bukannya saya ingin mengurangi hak. Tapi kita punya sistem mekanisme untuk ikut memberikan pilihan yang terbaik,” tegasnya.

 

 

(detiknews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: